Ciri Fisik Komodo
Komodo menyandang nama latin Varanus komodoensis
merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2 hingga 3 meter.
Penduduk setempat menyebutnya dengan nama Ora, dikenal juga dengan sebutan naga
komodo (komodo dragon) dan biawak komodo ( komodo monitor). Komodo memiliki
lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan lebih besar
daripada komodo betina. Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa
sekitar 70 kilogram. Lebih dari itu, fauna yang dapat melihat sampai 300 meter
ini bahkan sering mempunyai bobot tubuh lebih besar bila dipelihara di
penangkaran. Tercatat spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang
3,13 meter dan berat 166 kilogram. Panjang cakar mencapai 10 cm. Perenang yang
baik dan bisa menyelam dalam air sampai kedalaman 5 meter. Satwa yang
tidak punya kemampuan untuk mendengar ini mempunyai inteligensi yang bagus,
terlihat pada saat berburu atau mencari mangsa, dan itu bukan berasal dari
hidung melainkan dari lidahnya yang selalu menjulur keluar untuk mendeteksi rasa
dan mencium stimuli. Bahkan lebih dahsyat lagi, sang predator puncak ini
dianugrahi bisa dan air liur yang mematikan. Bila ada mangsa seperti rusa,
kerbau atau babi hutan yang terkena gigitan komodo, maka pada umumnya korban
naas ini hanya akan bertahan hidup selama satu minggu dan langsung binasa. Pada
kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa komodo
lainnya.
Habitat, Konservasi, dan Ekowisata
Hidup di padang savana yang gersang nan tandus, komodo
membentuk negerinya sendiri di Taman Nasional Komodo, dan tersebar di Pulau
Komodo (1700 ekor), Pulau Rinca (1300 ekor), Pulau Gili
Montang (100 ekor), serta Gili Dasami (100 ekor). Hewan titisan era jurasic yang
menyukai tempat panas ini akan menjaga panas tubuhnya di malam hari dengan
membuat sarang dalam lubang sedalam 1-3 meter.
Dengan populasi yang kian menyusut, menyeret komodo
masuk dalam daftar IUCN (International Union for Conservation of the Nature).
Perubahan iklim
akibat ulah tangan usil manusia seperti pembabatan serta pembakaran hutan liar,
limbah bahan pertambangan, dapat mengancam keberlangsungan hidup mega reptil
ini. Ditambah lagi kecerobohan manusia dalam berburu rusa secara berlebihan,
dapat membahayakan keseimbangan ekosistem di kawasan pulau komodo. Oleh karena
itu pemerintah pada tahun 1980 menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai wilayah
konservasi. Selanjutnya
sebagai pengakuan dunia atas kekayaan alam ini, kawasan seluas 1.817 kilometer
persegi ini dikukuhkan sebagai Cagar Manusia dan Biosfir pada tahun 1986 serta
Situs Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 1991.
Sejarah Komodo
Sekitar 40 juta tahun silam di Asia, muncul spesies
komodo yang dimulai dengan marga veranus, yang kemudian bermigrasi ke Australia.
Selanjutnya 15 juta tahun yang lalu para biawak raksasa ini kemungkinan bergerak
menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang, karena pertemuan lempeng
benua Australia dan Asia Tenggara. Komodo diyakini berevolusi dari nenek moyang
Australia sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluas penyebarannya sampai
sejauh Timor.
Ketika tahun 1910 armada kapal Belanda menemukan
makhluk misterius yang diduga "Naga" mendiami wilayah Kepulauan Sunda Lesser.
Selanjutnya oleh Letnan Steyn Van Hensbroek, seorang penjabat Administrasi
Kolonial Belanda di kawasan Flores temuan ini ditindaklanjuti. Pada tahun 1912,
Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor mempublikasikan komodo kepada dunia lewat papernya.
Dalam pemberitaannya, Ouwens memberi saran nama kadal raksasa " Varanus
komodoensis" untuk komodo, sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Naga
Komodo). Dipercaya sebagai hewan unik dan langka, pada tahun 1915 pemerintah
Belanda akhirnya menetapkan Pulau Komodo sebagai wilayah
konservasi.
Regenerasi Komodo
Sebagai hewan dalam kelas reptil, komodo berkembang
biak dengan bertelur. Musim kawin berlangsung antara bulan Juli hingga Agustus.
Komodo jantan akan bertempur memperebutkan betina.Satu bulan
setelah musim kawin sang betina akan mencari lubang di tanah untuk bertelur.
Sekali bertelur umumnya komodo mengeluarkan 15-30 butir telur dengan masa
inkubasi antara 8-9 bulan. Anak-anak komodo yang menetas akan berlindung di atas
pohon untuk menghindari predator dan kalibalisme dari komodo
dewasa.
Fakta mengejutkan pun terkuak. Menambah daftar
keajaiban satwa pelintas zaman ini. Penelitian di London membuktikan komodo
dapat beregenerasi dengan cara partenogenesis, yakni pembuahan yang terjadi
tanpa adanya
perkawinan. Namun disinyalir proses dari partenogenesis ini akan selalu
menghasilkan seekor komodo jantan. Dan ini mungkin merupakan salah satu cara
guna melindungi komodo dari ancaman kepunahan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar ya....
Lihat Juga Daftar Isi